Kamis, 24 Januari 2013

Soft Skill - Bab 6 (Manusia dan Penderitaan)


6.1. Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin atau lahir batin.
 
6.2. Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani.Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.Siksaan yang sifatnya psikis misalnya:
1. Kebimbangan: dialami seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan yang akan diambil.
2. Kesepian: dialami seseorang yang merasa kesepian walaupun berada di lingkungan ramai.
3. Ketakutan: merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.
Sebab Seseorang Merasa Ketakutan diantaranya:
1. Claustrophobia : takut terhadap ruangan tertutup,
2. Agorophobia : takut terhadap ruangan terbuka,
3. Gamang : takut berada di tempat ketinggian,
4. Kegelapan : takut bila berada di tempat gelap,
5. Kesakitan : takut yang disebabkan rasa sakit,
6. Kegagalan : takut akan mengalami kegagalan.
 
6.3. Kekalutan Mental
Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Gejala-gejala permulaan seseorang mengalami kekalutan mental :
1. Nampak pada jasmani : merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
2. Nampak pada kejiwaan : rasa cemas, ketakutan patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahapan-tahapan gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan Si Penderita baik jasmi maupun rohani,
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negative,
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown).
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna,
2. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma, berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi,
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses-proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya ke arah :
1. Positif : trauma (luka jiwa), survive dalam hidup,
2. Negatif : trauma diperlarutkan atau diperturutkan akhirnya frustasi.
BENTUK-BENTUK FRUSTASI
1. Agresi : kemarahan yang meluap-luap akibat emosi tidak terkendali,
2. Regresi : kembali pada pola reaksi primitif atau kekanak-kanakan,
3. Fiksasi : pembatasan pada satu pola yang sama,
4. Proyeksi : memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain,
5. Identifikasi : menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasinya,
6. Narsisme : merasa dirinya lebih superior daripada orang lain,
7. Autisme : gejala menutup diri secara total dari dunia riil, puas dengan fantasinya sendiri.
Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. Kota-kota besar,
2. Anak-anak muda usia,
3. Wanita,
4. Orang yang tidak beragama,
5. Orang-orang yang terlalu mengejar materi.
D. Penderitaan Dan Perjuangan
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia melainkan juga menderita. Karena itu manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup.
 
6.5. Penderitaan, Media Masa, dan Seniman
Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya mensejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Tetapi tak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.
 
6.6. Penderitaan Dan Sebab- Sebabnya
Berdasarkan sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia :
• Perbuatan semena-mena kepada pembantu rumah tangga,
• Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anak,
• Perbuatan buruk para pejabat zaman orde lama,
• Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan : banjir dan tanah longsor, perbuatan lalai : gas beracun.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
• Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan,
• Nabi Ayub mengalami siksaan Tuhan, tetapi dengan sabar menerima cobaan ini,
• Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah.
 
6.7. Pengaruh Penderitaan
Sikap yang timbul pada orang yang mengalami penderitaan berupa sikap positif ataupun sikap negatif.Contoh sikap negatif yaitu penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalkan tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya.

1. Tulisan Ruang Lingkup ISD (Ilmu Sosial Dasar)


1. Ilmu alamiah adalah ilmu yang mempelajari tentang alam, yang berhubungan lingkungan alam seperti fisika, kimia, biologi,astronomi, botani dll.

2. Ilmu Sosial adalah ilmu yang mempelajari sosial manusia di lingkungan sekitar seperti sosiologi, ekonomi, politik, antropologi sejarah, psikologi, geogrofi dll.

3. Ilmu budaya adalah ilmu yang mempelajari adat istiadat atau kebiasaan hidup manusia di suatu wilayah seperti bahasa, agama, kesusastraan, kesenian dll.

Dari perkembangan ilmu sosial timbul paham study sosial yang disebut ilmu pengetahuan sosial. IPS adalah bidang studi yang merupakan paduan dari sejumlah mata pelajaran sosial. Yang termaksud pada pelajaran IPS, yaitu geografi, sejarah, ekonomi, sosiologi, antropologi dll.

ISD adalah gabungan dari disiplin ilmu sosial yang digunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar kita. ISD memberikan dasar – dasar pengetahuan tentang konsep untuk mengkaji gejala sosial.

2. Latar belakang ilmu sosial dasar

Latar belakang diberikannya mata kuliah ISD di perguruan tinggi, karena :

1. Banyaknya kritik yang ditunjukkan pada sistem pendidikan di perguruan tinggi bahwa sistem pendidikan yang diberikan masih berbau kolonial dan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda. Yang pendidikannya bertujuan untuk menghasilkan tenaga terampil untuk menjadi tukang yang mengisi birokrasi mereka.

2. Sistem pendidikannya masih tidak mengenali dimensi – dimensi lain di luar disiplin keilmuannya. Perguruan tinggi dianggap seolah – olah tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya sertak perkembangan masyarakat.

Sedangkan tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan mempunyai tiga kemampuan, yaitu personal, akademis dan profesional.

1. Kemampuan personal

Tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga menunjukkan sikap yang mencerminkan kepribadian Indonesia, mengenal dan memahami nilai agama, masyarakat, pancasila serta pandangan luas terhadap berbagai masalah masyarakat Indonesia.

1. Kemampuan akademik

Kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan dan mampu berpikir logis, kritis, sistematis dan analitis. Memiliki kemampuan untuk mengedintifikasi dan merumuskan masalah yang sedang dihadapi.

1. Kemampuan profesional

Kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dan mereka diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi dalam profesinya.

1. Ilmu sosial dasar sebagai komonen MKDU

Diantara 3 kemampuan diatas yang diharapkan untuk dimiliki oleh mahasiswa sebagai calon tenaga ahli adalah kemampuan personal dan ditanamkan pada mata kuliah dasar umum. MKDU bertujuan untuk memperluas pengetahuan agar mahasiswa tidak terbatas pada bidang keahlian masing – masing, tetapi dapat membantu dirinya sendiri dan menempatkan diri dalam perkembangan masyarakat. MKDU terdiri dari 6 mata kuliah, yaitu :

1. Agama

2. Pancasila

3. Kewiraan

4. Ilmu alamiah dasar

5. Ilmu sosial dasar

6. Ilmu budaya dasar

Tujuan ilmu sosial dasar adalah membantu perkembangan pikir mahasiswa dan kepribadian agar memperoleh wawasan yang lebih luas dan ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap golongan terpelajar Indonesia

4. Ruang lingkup pembahasan

Ada 2 masalah yang dipakai sebagai pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan mata kuliah ISD.

1. Berbagai aspek yang merupakan suatu masalah sosial yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri atau pendekatan gabungan antar bidang.

2. Adanya keragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat.

Berdasarkan ruang lingkup di atas masih perlu penjabaran untuk bisa dioperasionalkan ke pokok bahasan dan sub pokok bahasan. Yaitu :

1. Mempelajarai adanya berbagai masalah kependudukan dan hubungan dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.

2. Mempelajari adanya masalah individu dan masyarakat.

3. Mengkaji masalah kependudukan dan sosialisasi.

4. Mempelajari hubungan antar warga negara dan negara.

5. Mempelajari hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.

6. Mempelajari masalah yang dihadapi masyarakat pedesaan.

5. Masalah sosial dan ilmu sosial dasar

Masalah yang dihadapi tidaklah sama, disebabkan karena perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan masyarakat dan keadaan lingkungan alam. Masalah tersebut dapat berupa sosial, politik, moral dll. Yang membedakan masalah ini ada hubungannya dengan nilai moral dan pranata sosial.

1. Menurut masyarakat, segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umumadalah masalah sosial.

2. Menurut para ahli, suatu kondisi yang terwujud dalam masyarakat berdasarkan atas studi, mempunyai sifat yang menimbulkan kekacauan.

Masalah sosial muncul sejak peradaban manusia karena dianggap mengganggu kesejahteraan hidup. Dan membuat masyarakat untuk mengedintifikasi, menganalisa cara untuk mengatasinya.

ISD menyajikan pemahaman mengenai hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan masalahnya dengan menggunakan kerangka pendekatan. Dengan menggunakan kacamata obyektif berarti, konsep dan teori yang berhubungan dengan hakikat manusia dan masalahnya telah dikembangkan dalam ilmu sosial dan digunakan. Sedangkan menurut kacamata subyektif masalah yang dibahas akan dikaju menurut perspektif masyarakat yang bersangkutan.

2. Tulisan Manusia Dan Kemudian



Suatu kebudayaan tidak akan pernah ada tanpa adanya beberapa sistem yang mendukung terbentuknya suatu kebudayaan, sistem ini kemudian disebut sebagai unsur yang membentuk sebuah budaya, mulai dari bahasa, pengetahuan, tekhnologi dan lain lain. semua itu adalah faktor penting yang harus dimiliki oleh setiap kebudayaan untuk menunjukkan eksistensi mereka.

bahasa

yaitu suatu sistem perlambangan yang secara arbitrel dibentuk atas unsur - unsur bunyi ucapan manusia yang digunakan sebagai gagasan sarana interaksi

     2. sistem pengetahuan

yaitu semua hal yang diketahui manusia dalam suatu kebudayaan mengenai lingkungan alam maupun sosialnya menurut azas - azas susunan tertentu

     3. organisasi sosial

 yaitu keseluruhan sistem yang mengatur semua aspek kehidupan masyarakat dan merupakan salah satu dari unsur kebudayaan universal

     4. sistem peralatan hidup dan tekhnologi

yaitu rangkaian konsep serta aktivitas mengenai pengadaan, pemeliharaan, dan penggunaan sarana hidup manusia dalam kebudayaannya

     5. sistem mata pencarian hidup

yaitu rangkaian aktivitas masyarakat yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam konteks kebudayaan

     6. kesenian

yaitu suatu sistem keindahan yang didapatkan dari hasil kebudayaan serta memiliki nilai dan makna yang mendukung eksistensi kebudayaan tersebut

     7. sistem religi

yaitu rangkaian keyakinan mengenai alam gaib, aktivitas upacaranya serta sarana yang berfungsi melaksanakan komunikasi manusia dengan kekuatan alam gaib.

Soft Skill - BAB 10 - Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat -

Contoh Kasus Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
50 Ribu Rakyat Miskin Bunuh Diri
JAKARTA– Kemiskinan di negeri ini sudah luar biasa. Jumlahnya mencapai ratusan juta orang, meski versi pemerintah sekitar Rp29 juta orang. Tragisnya, akibat kemiskinan, jumlah rakyat tak mampu yang bunuh diri terus bertambah. Hingga saat ini, kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti A Prayitno, sudah mencapai sekitar 50 ribu orang.
Kenapa dan apa penyebab mereka bunuh diri? “Penyebab utama karena kemiskinan. Dan rakyat menjadi sangat miskin karena uang negara disikat pejabat-pejabat ‘maling’. Juga karena wakil rakyat plesir terus, dan kegiatan ini menghabiskan uang negara,” kata Sosiolog Universitas Negeri Jakarta, Drs. Andarus Darahim, MPA menjawab Harian Terbit, Jumat pagi (23/11).
Menurutnya, bunuh diri juga disebabkan kepercayaan diri semakin rendah, terhimpit dengan persaingan hidup ditambah lagi banyak hak-hak orang miskin diambil oleh orang kaya, pejabat dan pemimpin lainnya. Para pemimpin dan wakil rakyat saat ini sedang berfoya-foya di tasa penderitaan rakyat miskin.
“Dengan adanya persaingan tersebut banyak orang miskin yang putusa asa lalu memilih bunuh diri. Sementara biaya pelesiran anggota DPR ke luar negeri lebih besar daripada untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia,” kata Andarus kepada Harian Terbit, Jumat (23/11).
Menurutnya, persaingan seperti itu tentu saja akan berpengaruh terhadap psikologis seseorang. Semua itu bisa terjadi karena moral bangsa saat ini mulai pudar yang ditambah lagi reformasi yang amburadul.
“Penanaman moral perlu juga diberikan kepada pemimpin bangsa, sehingga bisa peduli kepada nasib rakyat miskin. Kadangkala para peminpin tidak sesuai antara ucapan dan perbuatan. Tentu saja hal itu munafik dan berarti lebih buruk daripada kufur,” tegas Andarus.
Dihubungi terpisah, pengamat ekonomi UGM Sri Adiningsih dan pengamat politik UI, Budyatna mengatakan sebenarnya penduduk miskin di Indonesia masih cukup banyak. Tapi pemerintah memakai kriteria penduduk miskin hanya dengan pengeluaran Rp 200.000/hari/jiwa sehingga orang miskin pada 2012 tercatat hanya 29.130.000 atau 11,96% dari jumlah penduduk.
Budyatna mengatakan dilihat dari pendapatan perkapita kita cukup baik tapi penduduk miskin masih banyak, masih ratusan juta, maka dapat disimpulkan orang kaya bertambah kaya sementara orang miskin tidak ada perbaikan signifikan bahkan tambah banyak.
KELUARGA SOID
Salah satu keluarga yang mencoba bunuh diri karena miskin, Soid (71) warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel), begitu miris. Kakek renta dan tidak mampu ini masih harus mengurus anak dan istrinya yang lumpuh. Ia tinggal di rumah berukuran 100 meter persegi ta jauh dari RSUD dan rumah Walikota Tangsel.
Karena miskin dan tak mampu biayai istri dan anaknya yang lumpuh, Soid pernah mengajak anggota keluarganya bunuh diri, namun niat itu dibatalkannya. “Pernah suatu ketika, saya merasa sangat putus asa dan hendak bunuh diri. Dia mengajak, istri dan anaknya meminum racun serangga bersama-sama. Tetapi untungnya saya sadar. Saya tetap harus bertahan, saya tetap ingin bersama anak dan istri saya,” ujarnya seperti dilansir SindoNews.com.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti A Prayitno mengatakan, faktor penyebab orang nekat bunuh diri karena kemiskinan yang terus bertambah, mahalnya biaya sekolah dan kesehatan, serta penggusuran. Semua itu berpotensi meningkatkan depresi akibat bertambahnya beban hidup. “Dengan demikian faktor bunuh diri di Indonesia lengkap sudah,” ujar Prayitno.
Menurut Prayitno, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization sedikitnya 50 ribu orang Indonesia bunuh diri. Jumlah kematian itu belum termasuk kematian akibat overdosis obat terlarang yang mencapai 50 ribu orang setiap tahun.


Pendapat:
Peristiwa tersebut sudah sangat sering terjadi di Indonesia, dan untuk menghilangkannya pasti sudah sangat susah apalagi kalau ditambah dari segi pemerintahan kita yang kurang baik. Mungkin kita harus memulainya dari generasi selanjutnya yaitu dengan  dengan
A   Menciptakan lapangan kerja. Jangan pernah mengklaim ekonomi berkinerja baik apabila baru sekadar menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, bukan menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan.
B   Dengan pendidikan, manuisia bisa pintar, dengan kepintarannya, manusia kreatif, enofatif, untuk berusaha, dengan berusaha ia sudah membuka lapangan kerja baru, sehingga Indonesia yang subur ini bisa dimanfaatkan oleh orang pintar, yang sebaik-baiknnya.contoh Negara Jepang.
C   Mengurangi kebocoran anggaran pemerintah.
D   Mengikuti pola Thailand, dengan sistem Politik damping terhadap hasil pertanian, karena masyarakat kita, banyak bergelut dalam bidang agraris.

Soft Skill - BAB 9 - Warga dan Negara -

Contoh Kasus Warga Negara dan Negara
Warga Negara - Naturalisasi
Sebenarnya, proses naturalisasi atau menjadi warga negara Indonesia (WNI) cukup sulit. Kepala Humas Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkum-HAM Sucipto menyebutkan, ada beberapa pasal yang mengatur syarat untuk menjadi warga negara. Yakni, pasal 8, 19, dan 20 UU 12/2006 tentang Kewarganegaraan.

Tetapi, syarat utama selain memiliki pekerjaan di sini adalah orang tersebut pernah tinggal dan selama lima tahun berturut-turut atau sepuluh tahun tak berturut-turut di Indonesia.

"Kalau persyaratan naturalisasi karena ada jasa kepada negara, itu bisa. Tapi, saya tidak tahu pasti pemain bola itu masuk ke mana," terang lelaki asal Tuban tersebut.

Mengenai orang asing yang berjasa, lanjut Cipto, itu dijelaskan dalam pasal 20 UU 12/2006. Asalkan, orang asing tersebut dianggap memiliki prestasi, salah satunya di bidang keolahragaan dan telah mengharumkan nama bangsa.

"Kalau sudah memenuhi itu, lalu disahkan presiden dengan alasan kepentingan negara dan dapat pertimbangan DPR, sah-sah saja, seperti yang dijelaskan UU 12/2006," tuturnya.
Hal tersebut dibenarkan praktisi hukum yang lama berkecimpung di sepak bola, Ahmad Riyadh. Dia menganggap para pemain yang dinaturalisasi itu mempunyai keahlian khusus, yakni mengolah si kulit bundar.

Riyadh, sapaan karibnya, pun berharap para pemain naturalisasi tersebut bisa memberikan kontribusi yang berarti. Alasannya, mereka sudah dianggap sebagai WNI yang bisa mengharumkan nama bangsa.
Pendapat :

Menurut saya menaturalisasi itu oke oke saja, asalkan merka yang dinatturalisasi tidak membuat masalah pada Negara kita. Dan menaturalisasi pemain sepak bola juga oke oke saja hanya saja alangkah lebih baiknya kalau kita lebih fokuskan untuk mencari bintang-bintang dari tanah air dulu, karena pasti banyak bibit-bibit pemain yang nantinya akan menjadi pemain yang hebat.
SUMBER : JPNN.COM

Soft Skill - BAB 8 - Pemuda dan Sosialisasi -

Contoh Kasus Pemuda dan Sosialisasi
500 Pemuda Berprestasi Mengikuti Kongres Kebudayaan Pemuda Indonesia
JAKARTA, KOMPAS.com -Sebanyak 500 pemuda berprestasi mengikuti Kongres Kebudayaan Pemuda Indonesia (KKPI) di Jakarta, 6-9 November, sebuah perhelatan pemuda yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai momentum kebangkitan pemuda untuk mengambil peran dalam gerakan kebudayaan.
"KKPI yang digelar pertama kali ini mengusung tema dan semboyan 'Indonesia Aku Bangga, Membangun Karakter, Kreativitas dan Solidaritas,  kreatif, handal dan memiliki integritas dalam memajukan peradaban bangsa Indonesia," kata Wamendikbud bidang kebudayaan Wiendu Nuryanti dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.
Sementara itu, Ketua KKPI Marcella Zalianty menjelaskan bahwa  500 pemuda berprestasi dari seluruh Indonesia itu dijaring melalui pendaftaran umum dan utusan dari instansi pendidikan di seluruh Indonesia.
"Peserta yang terjaring merupakan pemuda-pemuda pilihan dan berprestasi di berbagai bidang dan akan berbagi gagasan dan pemikiran karya kreatif mereka tentang pembangunan kebudayaan," katanya.
Kongres Kebudayaan Pemuda Indonesia akan dibuka oleh Wakil Presiden Boediono pada tanggal 6 November di Hotel Borobudur Jakarta.
Kongres akan menghadirkan narasumber-narasumber serta inspirator yang kompeten di bidangnya seperti: Gede Prama, Basuki Tjahya Purnama, Arie Soejito, Edo Kodologit, Innayah Wahid, Nila Riwut, Viky Sianipar, Carmanita, Eko Supriyanto, Dinan Fariz, Supadma Rudana, Saptuari Sugiharto dll yang akan dimoderatori oleh Charles Bonar Sirait, Yudi Latief dan Radhar Panca Dahana.
Disamping kegiatan kongres sebagai agenda utama kegiatan juga dilaksanakan Pameran/gelar karya prestasi pemuda Indonesia, yang menampilkan karya-karya kreatif anak bangsa di berbagai bidang serta pementasan kesenian berupa Konser tembang negeriku dan pentas seni budaya yang melibatkan 63 musisi orkestra, 19 musisi etnik nusantara 33 paduan suara, 45 penari serta menampilkan soloist Putri ayu, Michael So¿e, Angel Pieters, Wildan Angklung, Jemek Supardi dan Taufik Ismail.
Dalam agenda working group akan dilakukan secara paralel di Museum Nasional, Museum Kebangkitan Nasional dan Galleri Nasional guna membahas rencana aksi untuk masing-masing sub tema sekaligus juga mengenalkan kekayaan Indonesia melalui museum sebagai tempat penyelenggaraan.
Pemuda-Pemuda Indonesia akan diajak untuk mengenal potensi kota tua Jakarta, melalui program lawatan budaya atau cultural visit, dan di penghujung lawatan berakhir di Museum Fatahillah, dimana akan dilakukan aksi dan kreativitas pemuda Indonesia serta acara nonton bareng.
Di acara penutupan diagendakan dapat tergali visi dan networking yang dikukuhkan melalui ikrar budaya pemuda sebagai wujud komitmen pemuda dalam pembangunan kebudayaan.



Ulasan dan pendapat :
Sebagai pemuda saya merasa bangga, meskipun saya tidak mengikuti kongres tersebut. Hehe yaa pendapat saya mungkin ga banyak, karena ini merupakan sebuah hal yang hebat bagi Indonesia karena memang kalau bukan para pemuda dari bangsa Indonesia yang mempertahankan kebudayaan bangsa siapa lagi? Ayo pertahankan tradisi dan kebusayaan Indonesia dan terus membuat maju negaara kita J

SUMBER : kompas.com

Soft Skill - BAB 7 - Individu, Keluarga, dan Masyarakat -

Contoh studi kasus pada Individu, Keluarga dan Masyarakat
DEPOK, KOMPAS.com - Polsek Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, berhasil meringkus dua otak tawuran pelajar STM Ganesha Satria dan STM Budi Utomo di Depok, Kamis (22/11/2012). Penangkapan mereka ini berkat keterangan pelajar STM Ganesha yang sebelumnya sudah ditahan aparat Polsek Sukmajaya.
Dua orang yang sudah dijadikan tersangka tersebut berinisial Ra (16) dan Hr (17). Keduanya lulusan SMP yang tidak melanjutkan sekolah. Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya Ajun Komisaris Syah Johan mengatakan, kedua tersangka bertanggung jawab terhadap aksi tawuran pelajar yang kerap melibatkan dua sekolah ini.
"Mereka bertugas menghasut anak-anak Ganesha serta menyediakan senjata tajam untuk digunakan dalam tawuran," ujar Johan.
Kedua anak muda ini ditangkap di Jalan Danau Batur Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, pagi tadi. Dari tangan keduanya, polisi mengamankan satu buah gitar berisi tiga samurai dan satu parang tanpa gagang sebagai barang bukti.
Ra dan Hr didakwa dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Tajam dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Keduanya kini mendekam di rumah tahanan Mapolsek Sukmajaya sambil menunggu proses hukum.
Kenakalan Remaja
Remaja adalah usia yang dipenuhi dengan semangat yang sangat tinggi tetapi adakalanya semangat tersebut mengarah ke yang bersifat negatif sehingga sering disebut dengan kenakalan remaja. Ada banyak contoh kenakalan remaja terutama saat ini dimana kenakalan remaja tersebut sangat banyak di pengaruhi oleh
faktor - faktor eksternal.
Apakah itu kenakalan remaja ? Oleh beberapa ahli Kenakalan remaja (juvenile delinquency) didefenisikan sebagai suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak dan dewasa.

Ulasan dan pendapat :

Untuk menghindari masalah yang akan timbul akibat pergaulan, selain mengarahkan untuk mempunyai teman bergaul yang sesuai, orang tua hendaknya juga memberikan kesibukan dan mempercayakan sebagian tanggung jawab rumah tangga kepada si remaja. Pemberian tanggung jawab ini hendaknya tidak dengan paksaan maupun mengada-ada. Si remaja di beri pengertian yang jelas sekaligus diberikan teladan. Sebab dengan memberikan tanggung jawab dalam rumah akan dapat mengurangi waktu ’ kluyuran ” tidak karuan dan sekaligus dapat melatih anak mengetahui tugas dan kewajiban serta tanggung jawab dalam rumah tangga. Mereka dilatih untuk disiplin serta mampu memecahkan masalah sehari-hari, mereka dididik mandiri.
Orang tua hendaknya membantu memberikan pengarahan masa depan si remaja, mereka diarahkan agar dapat memilih sekolah yang diharapkan serta mengembangkan bakat yang ada, untuk pemilihan study lanjut tidak semata-mata karena keinginan orang tua dan pilihan orang tua. Pemaksaan ini justru akan berakhir dengan kekecewaan, sebab meski ada sebagian anak yang berhasil mengikuti kehendak orang tuanya, tetapi tidak sedikit yang frustasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali. Mereka malah pergi bersama kawan-kawannya, bersenang-senang tanpa mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat terlarang.
SUMBER

kompas.com